Syair Jawi: Nyanyian Tanah dari Negeri Kaitetu yang Sarat Makna
Di Negeri Kaitetu, Provinsi Maluku, tradisi dan nilai-nilai keislaman hidup berdampingan.Salah satu wujud nyata dari perpaduan tersebut adalah hadirnya Syair Jawi, sebuah lantunan syair adat yang biasa dibawakan sebelum pelaksanaan upacara adat maupun kegiatan penting di masyarakat.
Syair Jawi bukan sekadar nyanyian biasa. Ia merupakan warisan budaya yang sarat makna, berisi nasihat kehidupan, kisah para nabi, hingga refleksi perjalanan hidup manusia. Dalam praktiknya, syair ini sering dilantunkan oleh ibu-ibu, terutama saat berlangsungnya pekerjaan besar seperti renovasi masjid atau kegiatan adat lainnya.

Mama mama sedang senandung syair jawi
Suasana malam di negeri tersebut tidak pernah sunyi. Para ibu berkumpul dan melantunkan Syair Jawi sebagai bentuk dukungan spiritual. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan yang kuat, di mana setiap pekerjaan dilakukan dengan semangat kolektif dan diiringi doa.
Lebih dari itu, Syair Jawi juga menjadi bukti bagaimana Islam masuk dan beradaptasi dengan budaya lokal. Nilai-nilai agama tidak menghapus tradisi, melainkan menyatu dan memperkaya kehidupan masyarakat.

Muhammad Armin Lumaela, Raja Negeri Kaitetu
Pada akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan adat dan pembangunan ini selalu diawali dengan niat dan doa, serta harapan agar setiap proses berjalan lancar. Syair Jawi pun tetap dilestarikan sebagai simbol kebersamaan, spiritualitas, dan kearifan local sebuah warisan budaya yang terus hidup di tengah perubahan zaman.