Selain di Desa Arui Bab, terdapat satu lagi situs megalitikum Perahu Batu di Desa Sangliat Dol, Kec. Wertamrian, Kab. Kepulauan Tanimbar, Maluku. Perahu batu atau yang sering disebut Natar ini disebutkan dibangun pada abat 14 oleh para leluhur Desa Sangliat Dol.
Selain Perahu Batu yang berada di pusat desa, terdapat juga sebuah situs yang berbentuk perahu di bagian pesisir pantai yang berfungsi sebagai sumur.

Foto Udara Desa Sangliat Dol
Perahu Batu berfungsi sebagai pusat adat dan musyawarah oleh para leluhur dan masih di gunakan sampai saat ini saat ada upacara adat. Ada 4 soa yang menjadi pionir berdirinya situs ini, yakni: Soa Ditinyoe, Masriat, Luturmase dan Buariat. Itulah yang oleh sang Juru Pelihara; Herman Josep Koisine. Herman menambahkan, dipercaya bahwa leluhur mereka dari Sangliat Dol adalah manusia pertama yang mendiami Pulau Yamdena, Kep. Tanimbar, Maluku.
Perahu Batu di Sangliat Dol ukurannya lebih tinggi dari yang berada di Aru Bab, sedangkan ukuran panjang dan lebar hampir sama. Bedanya ada di Papan Haluan atau Pamaru yang sudah hilang di Sangliat Dol. Diduga dicuri sekitar tahun 90an dan dibawa ke luar negeri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Perahu Batu Sangliat Dol
Perbedaan lainnya pada motif ukiran, di Sangliat Dol terdapat ukiran dengan motif hewan ayam dan anjing, namun ukiran dengan motif anjing disebutkan sudah hilang..
Dulunya disekitar perahu batu ini terdapat 4 rumah yang berada pada setiap sudut situs ini menandakan perwakilan dari setiap soa yang ada di Desa Sangliat Dol. Juga setiap bagian sisi kanan dan kiri perahu terdapat 4 batu untuk naik juga 4 batu tempat duduk diatas perahu batu dengan posisi dan peran masing masing soa.
Pada bagian tengah perahu terdapat tempat duduk pemimpin yang akan memimpin musyawarah atau upacara adat dan di belakangnya terdapat sebuah tempat untuk meletakkan benda yang menjadi kepercayaan para leluhur pada jaman dulu.

Motif ukiran di perahu batu
Empat soa tersebut mewakili mata rumah atau marga dari Desa Sangliat Dol, antara lain:
- Soa Ditinyoe: Ayowembun
- Soa Masriat: Buksalwembun, Sainyakit, Nalaryawan
- Soa Luturmase: Koisine, Aryesam, Angwarmase, Sainlolin
- Soa Buariat: Sorluri, Lamere, Ratuanak, Takndarlere, Ngilwane, Buarnirun, Batmomolin, Batmanlusi dan Batfian.
Terdapat juga tangga batu yang menjadi pintu masuk desa yang berjumlah 108 anak tangga. Dulunya hanya ada 1 jalan masuk pada desa ini yakni menaiki anak tangga ini. Zaman dulu desa Sangliat Dol dikelilingi oleh Lutur, yakni susunan batu yang menyerupai pagar sebagai proteksi desa.

Tangga Batu di Sangliat Dol
Saat ini Desa Sangliat Dol menjadi salah satu tujujan destinasi wisata di Kepulauan Tanimbar dengan situs perahu batu dan tangga batu ini.