Natar atau Natar Sori merupakan sebuah situs purba berupa monumen batu yang disusun menyerupai perahu di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Salah satu situs natar yang masih untuh dan dirawat berada di Desa Arui Bab, Kecamatan Wertamrian, Kab. Kepulauan Tanimbar. Letaknya kurang lebih sekitar 500 meter dari perkampungan.
Sebelum ke lokasi Natar atau Perahu Batu ini, kami bertemu dengan Juru Pelihara dan melakukan sebuah ritual kecil berupa Sirih pinang dan sumbat botol. Ritual ini guna meminta ijin kepada leluhur untuk memasuki kawasan natar.
Setelah berjalan sekitar 15-20 menit sampailah di lokasi, terdapat 2 kuburan yang bersebelahan dengan situs ini. Situs ini mempunyai ukuran sekitar lebar 10 meter dan panjang 15 meter dan pada ujungnya terdapat Pamaru atau papan haluan yang tingginya sekitar 2 meter.

Juru Pelihara Situs Natar Arui Bab
Sang juru pelihara sempat bercerita bahwa papan haluan sempat hilang dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab, namun setelah beberapa waktu melakukan pencarian ditemukannya Pamaru tersebut. Kini situs ini menjadi cagar budaya dan menjadi objek wisata yang terus dijaga.
Perahu batu ini juga menjadi bukti bahwa orang tua/leluhur kita pada masanya mempunyai pengetahuan yang lebih juga kreatifitas dan tentunya keterampilan yang sangat maju. Terlihat dari motif ukiran yang terdapat pada pamaru pada kedua sisi situs ini yang memiliki ukiran simbol serta ornamen yang sangat memiliki nilai. Posisi depan pamaru sendiri menghadap ke arah timur tempat matahari terbit.

Ornamen simbol pada Pamaru Natar
Pada sisi kanan dan kiri natar terlihat tumpukan batu batu pipih segiempat dengan ukuran yang hampir sama. Diduga batu batu ini bukan alami melainkan dibuat seperti lempengan dan ditumpuk dengan presisi.

Tumpukan batu lempeng pada sisi Natar
Tidak ada catatan pasti kapan situs ini dibuat, namun menurut Juru Pelihara situs ini berumur sekitar 400-500 tahun.
Natar ini berfungsi sebagai tempat musyawarah dan pusat spiritualitas juga adat bagi masyarakat setempat. Selain itu, situs ini juga mencerminkan warisan maritim dan nilai-nilai leluhur masyarakat Tanimbar.
Di Kepulauan Tanimbar sendiri terdapat 2 situs Perahu Batu yang menjadi objek kebudayaan yang dalam kondisi yang utuh, selain di Desa Arui Bab ada juga di Desa Sangliat Dol yang berjarak 10km. Selain itu terdapat beberapa situs perahu batu di beberapa desa Tanimbar seperti di Lorulun, Wermatang dan Atubul namun kondisinya tidak utuh.
Selain sebagai peninggalan budaya, Natar Sori juga berfungsi sebagai tempat musyawarah adat, menjadikannya pusat spiritual dan sosial bagi masyarakat Desa Arui Bab.
